Senin, 07 Oktober 2013

Tipe Bentuk Struktur Skema Organisasi

Tipe, Bentuk dan Struktur Skema organisasi

Tipe dan Bentuk Organisasi

Untuk saat ini pada pokoknya ada 6 bentuk organisasi yang perlu diperhatikan. Bentuk organisasi tersebut adalah :

1.           ORGANISASI LINI (LINE ORGANIZATION)

            Diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertikal antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya : Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.

            Ciri-ciri :

·     Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang

·     Jumlah karyawan sedikit

·     Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi

·     Belum terdapat spesialisasi

·     Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan

·     Struktur organisasi sederhana dan stabil

·     Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil

·     Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)

·     Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah :

1.      Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik

2.      Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan)

3.      Koordinasi lebih mudah dilaksanakan

4.      Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat

5.    Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan

6.      Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi

7.      Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat

8.      Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan.

9.      Adanya penghematan biaya

10.  Pengawasan berjalan efektif

            Kelemahan-kelemahan organisasi garis adalah :

1.      Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi

2.      Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri

3.      Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).

4.   Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri

5.      Organisasi terlalu tergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan

6.      Kurang tersedianya saf ahli

2.             ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORG)

            Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiran saran-saran, data informasi yang dibutuhkan:

            Ciri-ciri :

1.      Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung

2.      Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff

3.      Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff

4.      Jumlah karyawan banyak

5.      Organisasi besar, bersifat komplek

6.      Adanya spesialisasi

            Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staf adalah :

1.      Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan.

2.      Adanya tugas yang jelas antara pimpian staf dan pelaksana

3.      Tipe organisasi garis dan staf fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil.

4.      Pengembalian keputusan relatif mudah, karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran dari staf.

5.      Koordinasi mudah dilakukan, karena ada pembagian tugas yang jelas.

6.      Disiplin dan moral pegawai biasanya tinggi, karena tugas sesuai dengan spesialisasinya

7.      Bakat pegawai dapat berkembang sesuai dengan spesialisasinya.

8.      Diperoleh manfaat yang besar bagi para ahli

            Kelemahan-kelemahan dari bentuk organisasi garis dan staf adalah :

1.      Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat

2.      Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal

3. Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting

4.      Pimpinan lini mengabaikan advis staf

5.      Apabila tugas dan tanggung jawab dalam berbagai kerja antara pelajat garis dan staf tidak tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang

6.      Penggunaan staf ahli bisa menambah pembebanan biaya yang besar

7. Kemungkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini

8.    Kemungkinan akan terdapat perbedaan interpretasi antara orang lini dan staf dalam kebijakan dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjadi kompleks.

3.         ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORG)

            Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.

            Ciri-ciri :

1.      Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan

2.      Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan

3.      Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis

4.      Target-target jelas dan pasti

5.      Pengawasan ketat

6.      Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi

            Keuntungan-keuntungan menggunakan organisasdi fungsional adalah :

1.      Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal

2.      Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing

3.      Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan

4.      Koordinasi menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan tertib

5.      Solidaritas, loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi.

6.      Pembidangan tugas menjadi jelas

            Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional adalah :

1.      Pekerjaan seringkali sangat membosankan

2.    Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja

3.      Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan

       4.              ORGANISASI LINI & FUNGSIONAL (LINE & FUNCTIONAL ORG)

            Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.

            Ciri-ciri :

1.      Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan

2.      Terdapat spesialisasi yang maksimal

3.      Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerja

            Kelebihan organisasi Lini dan fungsional adalah :

1.      Solodaritas tinggi

2.      Disiplin tinggi

3.      Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimal

4.      Pekerjaan – pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan

            Kekurangan organisasi Lini dan fungisional adalah :

1.      Kurang fleksibel dan tour of duty

2.   Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang

3.      Spesiaisasi memberikan kejenuhan

       5.                ORGANISASI LINI, FUNGSIONAL DAN STAF (LINE, FUNCTIONAL AND STAFF ORG)

            Organisasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari organisasi berbentuk lini dan fungsional.

            Ciri-ciri :

         Organisasi besar dan kadang sangat ruwet
·

         Jumlah karyawan banyak
·

            Mempunyai 3 unsur karyawan pokok, yaitu :

1.      Karyawan dengan tugas pokok (line personal)

2.      Karyawan dengan tugas bantuan (staff personal)

3.      Karyawan dengan tugas operasional fungsional (functional group)

       6.            ORGANISASI KOMITE (COMMITE ORG)

            Suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksakan secara kolektif.

            Organisasi komite terdiri dari :

1.      Executive Committee ( Pimpinan Komite) yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini

2.      Staff Committee yaitu orang – orang yang hanya mempunyai wewenang staf

            Ciri-ciri:

1.      Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektif

2.      Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan

3.      Asas musyawarah sangat ditonjolkan

4.      Organisasinya besar & Struktur tidak sederhana

5.      Biasannya bergerak dibidang perbankan, asuransi, niaga

            Kelebihan organisasi komite adalah :

1.   Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan

2.      Kepemimpinan yang bersifat otokratis yang sangat kecil

3.      Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin

            Kekurangan organisasi komite adalah :

1.      Proses decision making sangat lambat

2.      Biaya operasional rutin sangat tinggi

3.      Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab

Struktur dan Skema Organisasi

               Struktur Organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu perusahaan, sedangkan disetiap komponen dari organisasi tersebut adalah saling tergantung, yang apabila setiap bagian dapat dikelola dengan baik maka organisasi tersebut pun akan ikut membaik.           

            Pengorganisasian (Organizing) adalah proses pengaturan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan memperhatikan lingkungan yang ada. Hal ini akan sangat mempengaruhi dalam kelancaran atau kesejahteraan organisasi
tersebut, lingkunan adalah faktor yang sangat mempengaruhi. Tentu dalam tujuan sebuah organisasi yang baik tidak akan mengorbankan lingkungan sekitar demi kepentingan organisasinya semata.
            Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :
            1. Bentuk Vertikal 
            2. Bentuk Mendatar / horizontal    
            3. Bentuk Lingkaran / circular       
            4. Bentuk Setengah lingkaran / semi Sircular
            5. Bentuk Elliptical
            6. Bentuk Piramida terbalik (Invented Piramid)       


            Bagan organisasi adalah suatu upaya dengan tulisan atau lisan untuk menunjukan tingkatan organisasi.
1. Bagan mendatar ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari kiri kearah kanan atau sebaliknya. 

2. Bagan Lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke arah bidang lingkaran.       


3. Bagan Setengah lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kearah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya.      


4. Bagan Elips ialah bentuk bagan satuan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat Elips kearah bidang elips.  


            Setiap bentuk bagan organisasi yang ada menggambarkannya dapat dibalik, kecuali bagan lingkaran, bagan elips dan bagan sinar. Bagan pyramid dapat disusun dari bawah kearah atas, bagan mendatar dapat disusun dari kanan kearah kiri, bagan menegak (Vertikal) dapat disusun dari bawah ke atas, bagan setengah lingkaran dapat di susun dari pusat lingkaran ke arah bidang atas lingkaran, bagan setengah elips dapat disusun dari pusat elips kearah bidang atas elips. Dalam bagan lingkaran, bagan elips dapat pula digambar satuan organisasi atau pejabat yang lebih rendah kedudukannya terletak di atas, tetapi ini semua tidak mengubah jenjang ataupun kedudukan yang sesungguhnya.


            Hal ini dikemukakan pula oleh Keith Davis sebagai berikut :       
“Perubahan-perubahan penggambaran bagan kadang-kadang diterima untuk menggalakan pertalian kedudukan atasan bawahan dari kebiasaan bagan-bagan organisasi, tetapi perubahan-perubahan ini tidak mengubah keadaan kedudukan yang sebenarnya. Termasuk di dalamnya perubahan-perubahan bagan mendatar, lingkaran, setengah lingkaran, elips dan piramida terbalik.

Jumat, 04 Oktober 2013

Ciri-ciri Organisasi

Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi bisa disebut juga sebagai wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama
Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah :
- Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang
- Adanya tujuan
- Adanya sasaran
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas
Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.
Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.
Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.

Unsur-Unsur  Organisasi
Unsur – Unsur Organisasi :
1. Manusia (Man).
2. Kerjasama.
3. Tujuan Bersama.
4. Peralatan (Equipment).
5. Lingkungan.
6. Kekayaan alam.
7. Kerangka/Konstruksi mental
Secara garis besar organisasi mempunyai tiga unsur yaitu :
1. Manusia.
2. Kerjasama.
3. Tujuan bersama-sama.
Dari ketiga unsur tersebut saling terkait dan mempunyai satu kesatuan. dari berbagai macam teori organisasi yang di kemukakan oleh para ahli tidak ada satu pun yang memiliki kebenaran mutlak. dan antara teori organisasi yang satu dengan yang lain saling melengkapi.
Unsur-unsur Organisasi
Setiap bentuk organisasi akan mempunyai unsur-unsur tertentu, yang antara lain sebagai berikut:
• Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama.
• Proses kerja sama sedikitnya antara dua orang
• Jelas tugas dan kedudukannya masing-masing
• Ada tujuan tertentu
Secara ringkas unsur-unsur organisasi yang paling dasar adalah :
- Harus ada wadah atau tempatnya untuk bekerja sama.
- Harus ada orang-orang yang bekerja sama.
- Kedudukan dan tugas masing-masing orang harus jelas.
- Harus ada tujuan bersama yang mau dicapai.

Sumber :
- Organisasi perilaku, struktur, proses, Jane Gibson Ahli bahasa oleh adriani, Binarupa aksara 1977.
- Perilaku organisasi, Sentot Imam Wahyono, Graha ilmu, 2010.

Pengertian Organisasi Dan Definisi dari berbagai Tokoh


Definisi Para Ahli Tentang Organisasi
Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).

Definisi

Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikanorganisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua  orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.
Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakanorganisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.
Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakanorganisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
James D Mooney berpendapat bahwa Organization is the form of every human, association for the assignment of common purpose atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan bersama.
Chester L Bernard (1938) mengatakan bahwa Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih ( Define organization as a system of cooperative of two or more persons) yang sama-sama memiliki visi dan misi yang sama.
Paul Preston dan Thomas Zimmerer mengatakan bahwa Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. (Organization is a collection people, arranged into groups, working together to achieve some common objectives).
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

Kamis, 04 Juli 2013

Tabel Masa Depan

Kali ini saya akan menceritakan tentang masa depan yang terjadi pada saya Masa depan adalah misteri ilahi dan Cita-cita adalah Keinginan atau Impian. oleh karena itu saya ingin membuat sebuah Table Masa depan(cita-cita) Agar Masa depan dan keinginan saya dapat lebih terencana.
Berikut ini adalah Table dan Grafik dari Cita-cita saya dimulai dari saya menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga masa tua saya

Table Masa depan

Tahun
Keterangan
1999
Pertama kali masuk sekolah taman kanak kanak
2000
Lalu melanjutkan ke Sekolah Dasar Negri 06 Bahagia ,Bekasi Utara
2002
Lalu pindah sekolah ke Sekolah Dasar Negri Ujung Menteng 02 Pagi , Jakarta Timur
2004
Mengikuti Les Bahasa Inggris Di Lembaga Practical English And Computer Center Tingkat Children
2005
Mengikuti Les Bahasa Inggris Di Lembaga Practical English And Computer Center Tingkat Children
2005
Mengikuti Pesantren Kilat 4Juli 2005
2006
Mengikuti Les Bahasa Inggris Di Lembaga Practical English And Computer Center Tingkat Elementary III 19 Febuari 2006
2006
Mengikuti Les Bahasa Inggris Di Lembaga Practical English And Computer Center Tingkat Elementary Four 15 Juli
2006
24 juni Lulus dan Tamat pada Pendidikan Sekolah Dasar Negri Ujung Menteng 02 Pagi


2006
17 Juli Melanjutkan Sekolah Menengah Pertama Swasta
2007
Mengikuti Penghargaan Nominasi Lomba Karnaval Pentas Seni
2009
27 juni Lulus dan tamat Pendidikan Sekolah Menengah Pertama
2009
13 Juli Melanjutkan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan
2009
30 September Mengikuti Seminar “ Membuat Windows Live dengan Win Pe” pada Lembaga Ikatan Komputer
2010
01 Maret Mengikuti Seminar “ Kewaspadaan Dini Penyalah Gunaan NARKOBA di Kalangan Pelajar “ Pada Lembaga BNN
2010
07 Januari Mengikuti “ Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa”
2010
02 Desember Mengikuti Seminar Wisata Industri di Pt . Asia Health Energi Beverages
2011
28 Mei Mengikuti Seminar Back | Track “ Mengungkap Sepak Terjang Hacker dalam Menerobos Sistem Keamanan Pada Lembaga LP3i
2012
Mengikuti Seminar Workshop Design Grafis Photoshop dan corel draw pada Lembaga Pendidikan LP3i
2012
Mengikuti Seminar Competion di Pt Indonesia Epson Indsutry
2012
23 Juni Lulus dan Tamat pada Lembaga Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan
2012
Aktif di organisasi Majelis Rasulullah SAW dan Majelis Dzikir Shalawat lain nya dikota Jakarta mengisi liburan www.majelisrasulullah.org
2012
Lulus dan tamat di Lembaga Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan dalam Jurusan TKJ “ Tekhnik Komputer Jaringan “
2012
20 juni Melanjutkan ke Jenjang Pendidikan Tingkat tinggi Kuliah di Gunadarma Universitas
2013
Mengikuti Seminar Berbasis CISCO pada Lembaga CISCO
2014
Lulus Dan Tamat di Lembaga Pendidikan tingkat Tinggi Gunadarma Universitas
2015
Mendapatkan Pekerjaan di salah satu Perusahaan Terbesar di Jakarta Pt. Asus Corporation
2018
Memberangkatkan Haji Kedua Orang tua sekeluarga
2019
Mencari Rumah Elit dan Mobil Mewah
2020
Menikah dengan Pujaan Hati hidup Bahagia bersama
2021
Mempunyai 4 anak hidup bahagia bersama
2022
Membangun Pondok Pesantren “ Bias As Shobur”
2033
Mendirikan Yayasan Yatim Piatu Dhuafa Fakir Miskin

dan ini grafik masa depan saya 




Senin, 29 Oktober 2012

Ilmu Sosial Dasar ( Individu,Masyarakt,Keluarga)

1.Pengertian Individu

Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.

Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.

1. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama

2. Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan

3. Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.

4. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat.

2. Pengertian Keluarga
Ada beberapa pandangan atau anggapan mengenai keluarga.
Menurut Sigmund Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Lain halnya Adler berpendapat bahwa mahligai keluarga itu dibangun berdasarkan pda hasrat atau nafsu berkuasa.
Durkheim berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil faktor-faktor politik , ekonomi dan keluarga. Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itub untuk memuliakan masing-masing anggotanya.

3. Pengertian Masyarakat
Masyarakat merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya adalah society , sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaulyang istilah ilmiahnya berinteraksi.

Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Pengertian macam macam virus serta definisinya


1.Virus
Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.
Virus komputer umumnya dapat merusak perangkat lunak komputer dan tidak dapat secara langsung merusak perangkat keras komputer (terutama pada sistem operasi , seperti sistem operasi berbasis keluarga Windows (Windows 95, Windows 98/98SE, Windows NT, Windows NT Server, Windows 2000, Windows 2000 Server, Windows 2003, Windows 2003 Server, Windows XP Home Edition, Windows XP Professional, Windows XP Servicepack 1, Windows XP Servicepack 2) bahkan GNU/Linux. Efek negatif virus komputer terutama adalah perbanyakan dirinya sendiri, yang membuat sumber daya pada komputer (seperti CPU Time, penggunaan memori) menjadi berkurang secara signifikan. Hampir 95% Virus adalah virus komputer berbasis sistim operasi Windows. Sisanya, 2% menyerang Linux/GNU (dan Unix, sebagai source dari Linux, tentunya), 1% menyerang Mac terutama Mac OS 9, Mac OS X (Tiger, Leopard). 2% lagi menyerang sistim operasi lain seperti FreeBSD, OS/2 IBM, dan Sun Operating System.
Serangan virus dapat dicegah atau ditanggulangi dengan menggunakan perangkat lunak antivirus. Jenis perangkat lunak ini dapat juga mendeteksi dan menghapus virus komputer, asalkan basis data virus komputer yang dimiliki oleh perangkat lunak antivirus telah mengandung kode untuk menghapus virus tersebut.
Contoh virusnya adalah Worm, Trojan, dll. Contoh antivirus yang bisa diandalkan dan menangkal virus adalah KasperSky, Avast,AVG, AntiVir, PCMAV, Norton, Norman, SMADAV dan McAfee.

Jumat, 05 Oktober 2012

Ilmu Sosial dasar

Pengertian Ilmu Sosial Dasar
Beberapa Pengertian tentang Ilmu Sosial Dasar :

·         Ilmu Sosial Dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan, karena masing-masing memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dapat dipadukan.

·         Ilmu Sosial Dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena Ilmu Sosial Dasar tidak mempunyai obyek dan metode ilmiah tersendiri dan juga tidak mengembangkan suatu penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu.

·         Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau Program Pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan/pengajaran yang di Indonesia diberikan di Perguruan Tinggi.

·         Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psikologi sosial.

TUJUAN ILMU SOSIAL DASAR
Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah – masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya secara kritis dan interdisipliner.
Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dandapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan  masalah sosial yang timbul dalam masyarakat

Tujuan ILMU SOSIAL DASAR:
Tujuan diberikannya mata kuliah ilmu sosial dasar yaitu membantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan yang lebih luas dan cirri-ciri kepribadian yang diharapkan dari sikap mahasiswa, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia manusia lain terhadap manusia yg bersangkutan secara timbal balik.

Ilmu pengetahuan dikelompokkan dalam 3 kelompok besar yaitu :

1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ) : Ilmu Alamiah digunakan untuk mengetahui segala keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Metode Ilmiah merupakan salah satu cara untuk mengkaji hal ini, yaitu dengan menentukan hukum yang berlaku dan membuat analisis untuk menentukan suatu kualitas

2. Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) : Ilmu Sosial digunakan untuk mengkaji segala keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Dalam hal ini pun menggunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.

3. Pengetahuan budaya ( the humanities )  : Pengetahuan Budaya digunakan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Metode Pengungkapan adalah salah satu cara yang digunakan dalam mengungkap berbagai peristiwa dan kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.

Adapun Ilmu jika dikelompokkan berdasarkan penerapannya, maka ilmu pengetahuan dibagi menjadi dua, yaitu Ilmu-ilmu murni (pure science) dan Ilmu terapan (apllied science)

Ilmu-ilmu murni (pure science) Adalah ilmu yang dikembangkan dan dipelajari untuk memajukan dan memperkaya khasanah ilmu itu dengan cara memahami lebih dalam dan sistematis terhadap obyek yang menjadi sasaran kajian ilmu tersebut.

Ilmu terapan (apllied science) Ilmu yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah praktis, sehingga dapat dirasakan langsung manfatnya secara langsung oleh masyarakat.